argumennya.
dalam 1 kelompok english debate, terdiri dari :
a. pembicara pertama (first speaker), bertugas menjelaskan motion, menentukan batasan masalah yang akan didebatkan (parameter), dan membagi kasus menjadi beberapa bagian untuk pembicara selanjutnya.
b. pembicara kedua (second speaker), merupakan inti dari tim, bertugas menjelaskan kasus (motion), memberikan argumen utama disertai data-data valid yang menguatkan argumen.
c. pembicara ketiga (third speaker), bertugas memberikan kesimpulan dari argumen dan memberikan solusi dari kasus.
d. pembicara pengulang (replay speaker), bertugas menjabarkan jalannya debate dari awal, serta memberikan point-point penting tentang kekuatan kasus dan membeberkan kekurangan kasus lawan.
Ada banyak sekali manfaat dari mengikuti kegiatan English Debate diantaranya adalah :
- Mendorong para anggota EDS untuk lebih rajin dalam membaca berita dan menambah wawasan, misalnya dalam contoh motion “This house to invade Zimbabwe” diatas para pendebat yang bertanding hanya dapat berdebat kalo mereka mempunyai latar belakang pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi di Zimbabwe. Selain itu para anggota juga dapat mendapat pengetahuan tentang cabang –cabang ilmu lain selain dari yang menjadi cabang utamanya. Hal ini disebabkan motion debat yang berasal dari berbagai bidang seperti hukum, politik, ekonomi, dll.
- Meningkatkan kepercayaan diri anggota, mengikuti kompetisi debat melibatkan perlunya ada keberanian untuk berbicara dihadapan penonton dan juri tidak jarang ada pendebat yang grogi sebelum memulai pidato mereka, namun seiring berjalannya waktu para pendebat belajar untuk dapat mengontrol perasaan grogi mereka dan belajar berbicara dengan meyakinkan.
- Debat mengajarkan kita untuk berpikir kritis dalam menganalisa suatu masalah. Mungkin kita belajar di sekolah misalnya tentang sistem hukum, namun jarang sekali prinsip prinsip tentang sistem hukum ini dibawa kedalam pola pikir kita dalam menganalisa masalah sehari-hari. Hal inilah yang diajarkan dalam berdebat yaitu membawa prinsip prinsip yang kita ketahui kedalam debat. Debat yang menarik bukan debat yang membawa fakta-fakta dan siapa yang bisa membawa data lebih banyak menang. Tapi debat yang menarik adalah debat dimana dengan data yang sama (berupa pengetahuan umum) menganalisa suatu masalah dari sudut pandang yang berlainan. Misalkan dalam topic debat “This house would abolish all taxes on inherited wealth” (WUDC 2007, pemerintah akan menghapuskan segala bentuk pajak dalam kekayaan yang diwariskan) kelompok pro bisa berargumentasi mengenai hak kebebasan atas benda pribadi (karena berupa barang warisan), sedangkan kelompok kontra dapat menganalisa masalah dari sisi keadilan dalam pajak.
- Melatih para pendebat untuk menyampaikan buah pikiran mereka secara rapi dan terstruktur, skill ini sangat penting juga dalam dunia kerja nanti, sering kali kita melihat orang yang presentasinya acak-acakan, tidak terstruktur, dan tidak sistematis membuat presentasi mereka sulit untuk dimengerti. Di English debate tidak ada waktu personal antara peserta dan juri untuk mengklarisifikasi apa yang dimaksud peserta dalam pidatonya. Maka, peserta harus memastikan bahwa ketika ia menyampaikan argument argumennya para juri dapat menangkapnya secara penuh (argument utama dan detail pelengkapnya).
- Tentu saja meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris karena di dalam debat ini, bahasa yang digunakan bahasa inggris.
" try new things, it might be the best thing in your life!.."
keren nih kayanya..
BalasHapusboleh dong kak kapan2 ajarin debate :)
hehehe:)
BalasHapusyuk.. kapan2 :D