Minggu, 11 Oktober 2015

Bulan Bahasa

Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa. Disebut demikian karena pada bulan tersebut terjadi peristiwa Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan diri pada satu simpul yaitu Sumpah Pemuda yang berisikan pengakuan satu bangsa, bangsa Indonesia ; satu tanah air, tanah air Indonesia ; dan satu bahasa, bahasa Indonesia. Atas dasar itulah bulan Oktober dikenal sebagai Bulan bahasa

namun, belum semua masyarakat Indonesia mengenal atau mengetahui adanya bulan bahasa. Bulan bahasa kemungkinan hanya dikenal oleh kalangan pelajar atau mahasiswa karena di beberapa instansi pendidikan seperti sekolah, sering diadakan lomba - lomba yang berkaitan dengan Bulan Bahasa. Jelas hal ini sangat disayangkan karena tujuan diadakannya bulan bahasa setiap tahunnya adalah untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra.


Bisa kita lihat dalam kenyataan, bahwa masyarakat Indonesia di beberapa kota besar sudah lebih sering menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia saja ada yang sudah enggan, bagaimana dengan bahasa daerah?
Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dikenal dengan keragaman budaya dan bahasanya. Akan tetapi, jika bahasa daerah sudah semakin terpojok dengan bahasa asing, apakah keragaman itu masih milik Indonesia? Mungkin saat ini kita belum merasa kalau bahasa daerah merupakan salah satu aset berharga negara kita. Tetapi marilah kita tengok beberapa saat yang lalu dimana kita kehilangan beberapa budaya kita. Saat kita mengetahuinya, kita marah-marah. Tapi apa? Apa yang sudah kita lakukan untuk budaya kita? Apakah kita sudah melestarikannya? Menganggap penting saja tidak apalagi melestarikannya. Jangan sampai hal ini akan terjadi juga dengan bahasa kita. 

Untuk menjaganya, diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Dimulai dari keluarga kecil kita, kita harus mengajarkan berbahasa yang baik dan benar pada keturunan kita. Karena jaman sekarang orangtua sudah kurang memperhatikan perkembangan berbahasa putra dan putrinya. Para orangtua kurang menyadari bahwa kesantunan berbahasa juga bagian dari proses mendidik anak. Barangkali mereka menganggap bahwa bahasa Indonesia atau bahasa daerah kurang menarik dan menjanjikan untuk mendapatkan pekerjaan nantinya. Padahal menurut riset dan beberapa ahli bahasa, anak - anak usia dimi dan yang duduk di bangku sekolah dasar baiknya diajarkan bahasa daerah atau bahasa ibu. Pasalnya, dalam bahasa tersebut anak-anak diajarkan nilai-nilai, sikap dan karakter positif seperti sopan santun, hormat, dan cermat dalam berbahasa. Inilah perlunya mengajarkan bahasa pada anak sedini mungkin sebagai salah satu cara untuk menjaga aset berharga bangsa kita.

4 komentar: